TUGAS TATAP MUKA

NAMA : RHEVAL AGASTA TREPRILIA
NIM : 1871511372
KASUS SUAP SEPAK BOLA INDONESIA

Manajer Madura FC, Januar Herwanto, menuding anggota Komite Khusus PSSI, Hidayat, menawarinya uang Rp100-150 juta. Syaratnya, Madura harus memberi kemenangan pada PSS Sleman dalam laga Liga 2.
Januar pertama kali mengeluarkan tuduhan itu dalam tayangan gelar wicara televisi, Mata Najwa, 28 November lalu. Dalam acara yang sama, Hidayat membantah tudingan yang diarahkan kepadanya.
"Saya siap bertanggung jawab, kalau memang saya terbukti mengatur skor. Tidak perlu dipanggil Komisi Disiplin, saya akan mengundurkan diri," kata Hidayat. Dalam wawancara dengan BBC News Indonesia, Januar menyebut Madura FC sebenarnya sudah beberapa kali menerima tawaran uang untuk pengaturan skor.
"Tawaran bukan datang kali ini saja, tapi karena ini menyangkut orang PSSI, itulah mengapa kami laporkan."
"Selama ini tawaran ada dari teman-teman, kami tolak dan biarkan. Tapi ini petinggi PSSI yang bermain dengan makelar. Menjijikan sekali," ujarnya via telepon, Kamis (28/11).
SEPAKBOLA SEBAGAI LAHAN JUDI
Bambang Suryo, mantan pemain yang pernah dilarang beraktivitas seumur hidup dalam persepakbolaan dalam negeri oleh PSSI, menyebut Indonesia sebagai lumbung uang bagi para penjudi. Menurut Bambang, industri sepakbola yang tidak sehat secara finansial menjadi salah satu faktor rentannya pengaturan skor. "Banyak klub sepakbola sakit, mereka perlu modal untuk eksis dalam kompetisi," ujarnya.
Para penjudi yang mengatur skor, kata Bambang, sebagian berasal dari luar negeri dan berjejaring dengan rumah judi besar. "Pengatur skor ini berjudi, pasang taruhan di rumah judi, mereka ingin menang, masuklah mereka ke tim Indonesia yang parah ekonominya, termasuk ke Liga 2."
"Indonesia itu lumbung. Orang-orang PSSI sebenarnya tahu siapa oknum di lembaga mereka yang ikut bermain," ucapnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar